Pesan Loreng dari Rindam IV:Membakar Semangat Juang dan Disiplin di Kalangan Santri

Kopda Adi Bagikan Kunci Disiplin dan Tips Survival kepada
Santri: "Cinta Tanah Air Dimulai dari Berbakti"
Magelang – Menjadi seorang prajurit TNI bukan sekadar
tentang mengangkat senjata, melainkan tentang dedikasi, kedisiplinan, dan rasa
cinta yang besar terhadap NKRI. Hal inilah yang dibagikan oleh Kopda Adi,
seorang anggota TNI dari kesatuan Rindam IV/Diponegoro, saat
diwawancarai oleh rekan-rekan santri baru-baru ini.
Dalam kesempatan tersebut, Kopda Adi menceritakan kembali
memori awal perjalanannya menjadi seorang tentara. Ketika ditanya mengenai
motivasi masa lalunya dan bagaimana rasanya pertama kali mengenakan seragam
loreng kebanggaan TNI, raut wajahnya tampak penuh kebanggaan.
"Rasanya campur aduk antara senang dan bahagia,"
kenang Kopda Adi mengenai momen pertama kali mengenakan seragam loreng.
Rahasia Bertahan Hidup di Tengah Hutan.
Sebagai seorang prajurit Rindam (Resimen Induk Kodam) yang
akrab dengan dunia latihan dan medan terjal, Kopda Adi juga membocorkan apa
saja isi ransel besar (ransel tempur) yang selalu menemani tentara saat
bertugas. Di dalamnya, terdapat pakaian,perlengkapan tidur,peralatan
makan,makanan,alat mandi,dan perlengkapan khusus.
Ketika ditanya mengenai tips rahasia bertahan hidup (survival)
di tengah hutan yang bisa diterapkan, ia memberikan jawaban yang sederhana
namun krusial.
"Kuncinya adalah manajemen logistik yang bijak. Makan
dan minum secukupnya, jangan boros, agar persediaan tetap aman selama di dalam
hutan," jelasnya.
Menjaga Fisik Prima: Tips yang Bisa Ditiru Santri.
Rutinitas fisik seorang prajurit TNI tentu sangat ketat.
Untuk menjaga tubuhnya tetap prima, Kopda Adi membagikan jadwal olahraga
hariannya yang konsisten. Setiap hari, ia memulai aktivitas sejak subuh dengan
bangun pagi, dilanjutkan dengan senam, lari pagi sejauh 5 kilometer, dan
ditutup dengan latihan beban (gym).
Menurutnya, pola kedisiplinan bangun pagi ini sangat cocok
dan bisa ditiru oleh para santri di pondok pesantren untuk menjaga kesehatan
dan kebugaran tubuh di sela-sela aktivitas mengaji.
Pesan untuk Santri: Cinta Tanah Air dan Cita-Cita.
Menariknya, saat ditanya mengenai bagaimana cara santri
menunjukkan rasa cinta tanah air di lingkungan pesantren, Kopda Adi tidak
muluk-muluk. Ia menekankan bahwa jiwa nasionalisme bagi seorang santri bisa
diwujudkan melalui akhlak sehari-hari.
"Contoh tindakan sederhana untuk menunjukkan rasa cinta
tanah air sebagai santri adalah dengan berbakti kepada guru (kiai/ustadz)
dan orang tua," tegasnya.
Di akhir wawancara, Kopda Adi memberikan wejangan penutup
tentang kunci utama menjadi pribadi yang disiplin. Ia berpesan agar para santri
tidak mudah menyerah dalam meraih apa yang dicita-citakan.
"Kunci utamanya adalah selalu memiliki semangat
berjuang untuk menjalani hidup. Jangan pernah pudar semangatnya dalam mengejar
cita-cita," pungkas Kopda Adi menyemangati.
Berita ini diharapkan dapat menjadi lecutan motivasi bagi
seluruh santri agar tetap disiplin, menjaga kesehatan, dan selalu berbakti demi
masa depan bangsa.
