Magelang – Siapa sih yang tidak kagum kalau melihat sosok prajurit TNI yang gagah dengan seragam lorengnya? Baru-baru ini, kami dari tim jurnalis berkesempatan mewawancarai langsung salah satu anggota TNI dari kesatuan Rindam IV/Diponegoro, yaitu Pak Kopda Adi.
Saat kami tanya soal pengalaman pertamanya menjadi tentara dan rasanya mengenakan seragam loreng kebanggaan TNI, raut wajah beliau langsung terlihat bangga dan terharu.
"Rasanya campur aduk antara senang dan bahagia," kenang Pak Kopda Adi sambil tersenyum menceritakan momen awal kariernya tersebut.
Bongkar Isi Ransel Tempur dan Tips Bertahan Hidup di Hutan
Sebagai prajurit Rindam yang sering berlatih di medan berat dan hutan terjal, kami penasaran banget apa saja isi tas ransel besar yang selalu dibawa tentara saat bertugas.
Ternyata, isinya sangat lengkap dan tertata rapi:
Pakaian ganti
Perlengkapan tidur
Peralatan makan dan bekal makanan
Alat mandi
Perlengkapan tugas khusus
Pak Kopda Adi juga membagikan tips rahasia bertahan hidup (survival) di alam bebas yang sederhana tapi penting banget untuk diingat.
"Kuncinya adalah manajemen logistik yang bijak. Makan dan minum secukupnya, jangan boros, agar persediaan tetap aman selama di dalam hutan," jelas beliau kepada kami.
Rutinitas Fisik yang Bisa Dicontoh Para Santri
Selain perlengkapan, jadwal olahraga Pak Kopda Adi juga bikin kami takjub. Untuk menjaga tubuhnya tetap sehat dan kuat, beliau punya rutinitas harian yang sangat disiplin:
Pagi Hari (Subuh): Bangun tidur tepat waktu
Pemanasan: Senam pagi bersama
Lari: Lari pagi sejauh 5 kilometer
Latihan Otot: Latihan beban (gym)
Menurut beliau, kebiasaan bangun pagi dan olahraga seperti ini cocok sekali ditiru oleh teman-teman santri di pondok pesantren agar tubuh tetap bugar dan tidak gampang lemas saat mengikuti jadwal mengaji dan belajar sehari-hari.
Makna Cinta Tanah Air bagi Santri
Satu hal yang paling membekas bagi kami adalah saat membahas arti nasionalisme. Beliau menjelaskan bahwa menunjukkan rasa cinta tanah air bagi santri tidak harus muluk-muluk.
"Contoh tindakan sederhana untuk menunjukkan rasa cinta tanah air sebagai santri adalah dengan berbakti kepada guru (kiai/ustadz) dan orang tua," tegasnya.
Di akhir wawancara, Pak Kopda Adi memberikan wejangan penutup yang sangat menyemangati kami:
"Kunci utamanya adalah selalu memiliki semangat berjuang untuk menjalani hidup. Jangan pernah pudar semangatnya dalam mengejar cita-cita."
Obrolan singkat ini memberi banyak pelajaran berharga bagi kami. Semoga cerita dari Pak Kopda Adi bisa memotivasi kita semua agar makin disiplin, rajin menjaga kesehatan, dan terus berbakti kepada guru serta orang tua!

