Loading...

SMP Mahir Al Mumtaz

Memuat Halaman...

Kembali ke Galeri
Artikel
Oleh Aini Sifa Kirana, Khofifah Wulan Cahyani

Intip Kesiapan TNI

Aini, Khofifah
Kelompok Siswa

Intip Kesiapan TNI: Mayor Yusuf Burhanurahman Buka-Bukaan Soal Latihan Mengamankan Negara di Rindam IV/Diponegoro

MAGELANG, 21 Mei 2026 — Siswi SMP Mahir Al Mumtaz Soropaten, Bandongan, Magelang berhasil melakukan wawancara eksklusif dan investigasi mendalam terkait kesiapan TNI dalam menjaga kedaulatan NKRI. Fokus utama investigasi kali ini tertuju pada jalannya kegiatan "Latihan Mengamankan Negara" yang digelar oleh satuan militer bergengsi, Rindam IV/Diponegoro.

Dalam kesempatan ini, tim jurnalis sekolah berhasil mewawancarai Mayor Yusuf Burhanurahman, yang menjabat sebagai Wakil Komandan (Wako) dalam kegiatan penting tersebut.

Skenario 5 Hari Menjaga Perbatasan

Latihan taktis yang berlangsung intensif selama lima hari—mulai dari hari Senin hingga Jumat—ini didesain untuk menguji kesiapsiagaan prajurit dalam menghadapi berbagai potensi ancaman negara.

Mayor Yusuf Burhanurahman menjelaskan bahwa latihan ini melibatkan sedikitnya 80 personel pilihan dari kesatuan Rindam IV/Diponegoro. Seluruh personel digembleng secara fisik dan mental untuk menguasai medan yang menyerupai kondisi konflik atau perbatasan yang sebenarnya.

Fokus 4 Misi Utama di Lapangan

Berdasarkan laporan investigasi yang dihimpun, ke-80 personel tersebut dibagi ke dalam beberapa tim untuk melaksanakan empat misi krusial, yaitu:

1.      Patroli Wilayah: Memastikan area yang dijaga tetap aman dari penyusupan.

2.      Pengecekan Patok Perbatasan: Memastikan kedaulatan wilayah negara tidak bergeser satu sentimeter pun.

3.      Patroli di Pemukiman Warga: Membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus memberikan rasa aman kepada penduduk setempat.

4.      Pertahanan Pos: Menguji kesiapan prajurit dalam mempertahankan benteng dan titik strategis dari serangan musuh.

Komitmen Sang Wakil Komandan

Sebagai Wakil Komandan latihan, Mayor Yusuf Burhanurahman menegaskan bahwa disiplin dan ketepatan prosedur adalah kunci utama dari keberhasilan operasi ini. Latihan ini diharapkan dapat membentuk prajurit Rindam IV/Diponegoro yang tangguh, profesional, dan selalu siap sedia ketika negara memanggil.

Aksi wawancara investigasi yang dilakukan oleh siswi SMP Mahir Al Mumtaz ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda Magelang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap sistem pertahanan dan keamanan negara sejak dini. (Tim Jurnalis SMP Mahir Al Mumtaz)

#SMPMahirAlMumtaz #JurnalisSekolah #TNIAD #RindamIVDiponegoro #Magelang #Bandongan #BeritaSekolah
Jurnalis: Aini Sifa Kirana